Monday, September 19, 2016

Who Am I ?

Kebanyakan orang berangggapan bahwa personal branding hanya perlu dipelajari oleh politisi, artis agamawan dan sebagainya,. Padahal semua orang perlu belajar mengenai personal branding.

Bayangkan kamu itu adalah suatu produk. Sudah bisa membayangkan? Misalnya kamu itu adalah iPhone. Kita tahu bahwa iPhone adalah smartphone yang keren, fungsinya banyak, dan harganya yang mahal. Nah sama seperti kamu, misalnya kamu itu keren, bisa ngapain aja, dan value kamu diantara temen-temen kamu lebih tinggi.

Segera temukan apa yang istimewa dari diri kita. Kembangkan sebaik mungkin. Entah itu bermusik, berolahraga, menulis, grafis. Ambil salah satu, kembangkan hingga maksimal. Setelah tahu kekuatan diri, tawarkan. Jangan hanya diam dan menunggu keberuntungan. Tawarkan kepada publik bahwa kita memiliki kemampuan istimewa. Tawarkan dengan cara yang unik, dan juga secara terus menerus. Nah, coba mulai sekarang kamu bangun Personal Branding itu. Kareka Personal Branding sangat penting untuk kamu bangun. Kamu memasarkan diri kita sendiri or organisasi ! Lambat laun, akan banyak orang menemukan dan menempatkan diri kita sebagai top of mind atas kemampuan itu.

Personal branding adalah proses yang akan membawa skill, kepribadian, dan karakteristik unik seseorang dan kemudian membungkusnya menjadi sebuah identitas yang memiliki kekuatan dibandingkan dengan kompetitor begitu kata Peter Montoya penulis buku The Brand Called You.




Rebecca Van Dyck, memiliki jalan keren karier kreatif karena kredibilitasnya. Lihat saja track record-nya ini: mengurusi kampanye kreatif Just Do It-nya Nike ke seluruh dunia. Lalu, me-launching iPhone dan iPad-nya Apple. Kemudian menyuguhi kampanye global pertamanya Levi’s yang bertajuk Go Forth. Setelah itu, bergabung dengan Head of Consumer-nya Facebook sejak Februari 2012. Kebiasaannya saat kuliah? Membaca tiga koran yang berbeda setiap harinya untuk mendapatkan sudut pandang yang berbeda. Kegemarannya? Bepergian ke banyak tempat untuk menantang dirinya sendiri. Menarik sekali jalan hidupnya. Tapi semua itu tak datang dengan sendirinya, ada usaha dan rencana yang ia lakukan menuju ke tempat impian.

So, personal branding dipandang memiliki daya magis sebagai salah satu piranti penentu kesuksesan seseorang. Setiap orang selalu unik dengan pemikiran, kelebihan, dan juga pengalamannya yang dapat menjadi aset personal branding yang kuat. Satu lagi, bangunlah personal branding yang positif. Jangan menjadi orang yang dikenal karena kelakuan yang negatif. Memang, kita akan terkenal, tapi kita nggak akan memberikan pengaruh positif ke orang lain. Jangan sampai negatif itu menghancurkan branding yang sudah lama kita bangun selama ini. Maka, ingatlah makna tugas hidup kita sebenarnya di dunia ini. Ya, Who am I?

Kita hanya mencoba dan berusaha menjadi orang yang menginspirasi, bukan seblaiknya. Jadi tunggu apalagi, segera temukan siapa diri kita, apa yang menjadi keunggulan dan bagaimana kita akan membangun personal branding, serta untuk apa brand kita bangun ini hendak digunakan. Justru inilah saatnya unutk memotivasi kita tuk terus membrandingkan diri, karena branding ini bisa kita pelajari dan diupayakan . Mari Fastabiqul Khoirot, sobat :)

No comments:

Post a Comment